Rabu, 06 Februari 2019

SENI DALAM BERBOHONG

seringkali kita dalam keseharian melakukan komunikasi sosial. Terlepas itu dari dunia maya atau dunia nyata sering dan selalu kita dihadapkan dengan sebuah kebohongan. Entah itu cerita karangan kita atau cerita karangan orang lain.

Kebohongan (juga disebut kepalsuan) adalah jenis penipuan dalam bentuk pernyataan yang tidak benar, terutama dengan maksud untuk menipu orang lain, seringkali dengan niat lebih lanjut untuk menjaga rahasia atau reputasi, perasaan melindungi seseorang atau untuk menghindari hukuman atau tolakan untuk satu tindakan. Berbohong adalah menyatakan sesuatu yang yang tahu tidak benar atau bahwa orang tidak jujur yakini benar dengan maksud bahwa seseorang akan membawanya untuk kebenaran.

Seorang pembohong adalah orang yang berbohong, yang sebelumnya telah berbohong, atau yang cenderung oleh alam untuk berbohong berulang kali - bahkan ketika tidak diperlukan. Berbohong biasanya digunakan untuk merujuk kepada penipuan dalam Komunikasi lisan atau Tertulis. Bentuk lain dari penipuan, seperti penyamaran atau Pemalsuan, biasanya tidak dianggap sebagai kebohongan, meskipun maksud yang mendasarinya mungkin sama. Namun, bahkan pernyataan yang sebenarnya dapat digunakan untuk menipu. Dalam situasi ini, itu adalah maksud yang keseluruhan berbohong daripada kebenaran pernyataan dari setiap individu yang dianggap kebohongan Bentuk-Bentuk Kebohongan :
    1. Berdusta dan Saksi Dusta. Berdusta berarti mengatakan yang tidak benar untuk menyesatkan. Dusta adalah pelanggaran paling serius terhadap kebenaran. Berdusta berarti berbicara atau berbuat melawan kebenaran untuk menyesatkan orang yang mempunyai hak untuk mengetahui kebenaran.

    2. Rekayasa atau Manipulasi. Rekayasa atau manipulasi berarti menyiasati atau mengarahkan orang lain ke suatu tujuan yang menguntungkan dirinya sendiri, meskipun barangkali orang lain merugi. Rekayasa dan manipulasi bersifat mengelabui. 
     
    3. Sikap Setuju Saja, kata-kata dan sikap manis yang dilakukan hanya sekadar untuk menyenangkan orang lain, meskipun jauh dari kebenarannya. Kata-kata dan sikap itu hanyalah formalitas belaka. 
     
    4. Fitnah, ini sangat jahat, sebab yang difitnah tidak hadir dan tidak selalu mengetahuinya sehingga sering kali tidak dapat membela diri. Fitnah dapat berkembang tanpa saringan. 
     
    Sebab-Sebab Kebohongan : 
     
    1. Berbohong hanya sekadar iseng. Orang dapat berbohong hanya karena ingin menikmati kesenangan murahan. Orang merasa senang jika ada orang lain yang tertipu atau terpedaya. 
     
    2. Berbohong untuk memperoleh kepentingan tertentu. Para pedagang misalnya, kadang-kadang menipu supaya bisa mendapat untung lebih besar. 
     
    3. Berbohong karena takut dalam situasi terjepit. Untuk menyelamatkan diri dari situasi yang sulit ia terpaksa berbohong.

INTELEGENCE PEOPLE


Orang yang memiliki kecerdasan kinestetik akan menunjukkan minat dan bakat tertentu yang sesuai dengan kemampuannya Kecerdasan kinestetik adalah kemampuan seseorang untuk menggunakan seluruh tubuh atau fisiknya untuk mengekspresikan ide dan perasaan, serta keterampilan menggunakan tangan untuk mengubah atau menciptakan sesuatu. Yang dimaksud kecerdasan kinestetik berarti berpikir dengan menggunakan tubuhnya, yang ditunjukkan dengan ketangkasan tubuh untuk memahami perintah dari otak. Hal ini mengarah pada sejumlah kemampuan fisik yang lebih spesifik, seperti kemampuan koordinasi, keseimbangan, keterampilan, kekuatan, kelenturan, dan kecepatan serta kemampuan menerima stimulasi dan beberapa hal yang berhubungan dengan sentuhan. Kecerdasan kinestetik adalah salah satu dari delapan teori Multiple Intelligence atau delapan macam – macam kecerdasan

    1. Intelegence of Word (Kecerdasan Mengolah Kata)
    2. Intelegence of Logic (Kecerdasan Logika)
    3. Intelegence of Visual (Kecerdasan Visual)
    4. Intelegence of Music (Kecerdasan Musikal)
    5. Intelegence of Physical (Kecerdasan Fisik)
    6. Intelegence of People (Kecerdasan Intrapersonal)
    7. Intelegence of Self (Kecerdasan Interpersonal)
    8. Intelegence of Nature (Kecerdasan Natural)
    9. Intelegence of Exixtence (Kecerdasan Intuitif)
    10. Kecerdasan Numerik
    11. Intelegence of Spatial (Psikologi)
    12. Kecerdasan Emosional /Emotional Quotient (EQ)
    13. Kecerdasan Spiritual /Spiritual Quotient (SQ)
    14. Kecerdasan Di Saat Menghadapi Masalah/Adversity Quotient (AQ) 
    kecerdasan tersebut dapat berdiri sendiri terpisah dari yang lainnya. Itu berarti, jika memiliki tingkat kecerdasan yang tinggi pada satu hal, tidak berarti pada bidang kecerdasan lainnya juga berlaku hal yang sama.

Senin, 04 Februari 2019

KAFIR YANG OTENTIK

Untuk melabelkan idiom kafir warga Indonesia yang non-Muslim itu sangat tidak tepat, karena di negara Indonesia identik dengan mayoritas muslim. Itu akan membuat gesekan yang akan membuat perpecahan dikubu masing-masing. Karena berbicara idiom kafir sesuatu yang sara, bagi penulis sendiri melabelkan idiom kafir sangat peka dan sangat tendensius/ rentan konflik. Dan itu akan sangat merugikan nama baik muslimin indonesia itu sendiri.

Apalagi dengan menggunakan idiom kafir dengan nada permusuhan dan ingin menang sendiri, itu sudah sangat mengabaikan fakta bahwa al-Qur’an sendiri membedakan non-Muslim berdasarkan akidah dan sikap sosialnya.

Terhadap Ahlul Kitab yang bersahabat, al-Qur’an memerintahkan umat Islam untuk dapat berbuat adil dan condong kepada perdamaian. Karena kerja sama dan perkawanan dengan mereka tidak dilarang, seperti dicontohkan Nabi yang berkawan dengan non-muslim.

Sebagaimana disebutkan di dalam al-Qur’an, sebagian Ahlul Kitâb yang lurus akidahnya, rendah hati, dan bersahabat dengan Nabi dan umat Islam. Terhadap mereka kita dianjurkan bersikap adil dan diperbolehkan bersahabat. Yang dilarang adalah berkarib dengan mereka yang memusuhi umat Islam dan mengusir dari tanah airnya.
Bahwa non-muslim yang sudah memerangi dan mengusir muslim itulah yang mesti kita jauhi bahkan kita wajib untuk membela diri bahkan dengan perang sekalipun. Jadi kafir yang ontentik itulah yang mesti kita putus persahabatan/ berkarib dengan mereka. Bukan kepada mereka yang bersikap baik kepada muslim yang mesti kita jauhi/ perangi.

Minggu, 03 Februari 2019

Pengertian Tenses

Tenses adalah bentuk kata kerja dalam bahasa Inggris untuk menunjukkan waktu (sekarang, masa depan, atau masa lalu) terjadinya suatu perbuatan atau peristiwa.
Macam-Macam, Penggunaan, Rumus dan Contoh Kalimat Tenses
Penjelasan Tense
Contoh Kalimat Tense
Rumus:
S + V-1
Penggunaan:
Simple present tense untuk menyatakan fakta, kebiasaan, dan kejadian yang terjadi pada saat sekarang ini.
  • We agree with the speaker’s opinion.
    (Kami setuju dengan opini pembicara.)
  • She is so beautiful.
    (Dia sangat cantik.)

Rumus:
S + am/is/are + present participle/ V-ing
Penggunaan:
Present continuous tense untuk membicarakan aksi yang sedang berlangsung sekarang atau rencana dimasa depan.
  • I’m driving a car to Bandung now.
    (Saya sedang menyetir mobil ke Bandung sekarang.)
  • The buses are arriving in an hour.
    (Bus-bus tersebut tiba dalam satu jam.)

Rumus:
S + have/has + past participle/ V-3
Penggunaan:
Present perfect tense digunakan untuk mengungkapkan suatu aktivitas atau situasi yang telah dimulai di masa lalu dan telah selesai pada suatu titik waktu tertentu di masa lalu atau masih berlanjut sampai sekarang.
  • I’ve read this book.
    (Saya sudah membaca buku ini.)
  • I have lived in Cilegon for 3 months.
    (Saya telah tinggal di Cilegon selama 3 bulan.)



Rumus:
S + have/has + been + present participle/V-ing
Penggunaan:
Present perfect continuous tense untuk mengungkapkan aksi yang telah selesai pada suatu titik dimasa lampau atau aksi telah dimulai di masa lalu dan terus berlanjut sampai sekarang. Biasanya aksi tersebut ada durasi waktu tertentu dan ada relevansinya dengan kondisi sekarang.



  • The toddlers have been playing a ball for an hour. (Balita-balita itu telah bermain bola selama satu jam.)
  • The construction labors are thirsty since they have been removing the scaffoldings.
    (Pekerja konstruksi haus karena mereka telah memindahkan perancah.)

Rumus:
S + V-2
Penggunaan:
Simple past tense untuk menunjukkan bahwa suatu kejadian terjadi di masa lampau.
  • The party started at 10.00 a.m.
    (Pesta dimulai jam 10 pagi.)

Rumus:
S + was/were + present participle/V-ing
Penggunaan:
Past continuous tense digunakan untuk mengungkapkan bahwa suatu aksi sedang terjadi pada waktu tertentu di masa lampau.
  • The team was playing basketball all day yesterday.
    (Tim bermain basket sepanjang hari kemarin.)

Rumus:
S + had + past participle/V-3
Penggunaan:
Past perfect tense untuk menyatakan bahwa suatu aksi telah selesai pada suatu titik di masa lalu sebelum aksi lainnya terjadi.
  • When he came last night, the cake had run out.
    (Ketika dia datang semalam, kue sudah habis.)



Rumus:
S + had + been + present participle/V-ing
Penggunaan:
Past perfect continuous tense digunakan untuk mengungkapkan suatu aksi (dengan durasi waktu tertentu) telah selesai pada suatu titik waktu tertentu dimasa lalu.
  • The labors had been demonstrating for an hour when the manager came.
    (Pekerja telah berdemonstrasi selama satu jam ketika manager datang.)

Rumus:
Penggunaan:
Simple future tense untuk menyatakan bahwa suatu aksi terjadi dimasa depan, secara spontan atau terencana.
  • You will win the game.
    (Kamu akan memenangkan permainan tersebut.)
  • I am going to meet him tomorrow.
    (Saya akan menemuinya besok.)

Rumus:
S + will + be + present participle/V-ing
Penggunaan:
Future continuous tense untuk mengungkapkan aksi yang akan sedang terjadi pada waktu tertentu di masa depan.
  • He will be sleeping at 10 p.m.
    (Dia akan sedang tidur pada jam 10 malam.)

Rumus:
S + will + have + past participle/V-3
Penggunaan:
Future perfect tense untuk mengungkapkan bahwa suatu aktivitas akan sudah selesai pada suatu titik waktu di masa depan.
  • The cat will have been sleeping long when you get home.
    (Kucing itu telah lama tidur ketika kamu pulang.)



Rumus:
S + would + bare infinitive
Penggunaan:
Simple past future tense untuk menyatakan suatu aksi yang akan dilakukan, membuat prediksi, dan membuat janji di masa depan pada saat berada dimasa lalu.
  • He would forgive you.
    (Dia akan memaafkanmu.)

Rumus:
S + would + be + present participle
Penggunaan:
Past future continuous tense adalah suatu bentuk kata kerja untuk menyatakan aksi atau situasi imajiner yang sedang berlangsung apabila unreal condition-nya terpenuhi (present continuous conditional ~ conditional sentence type 2 dengan continuous tense).
I would be attending the conference if I was in Jakarta.
(Saya akan sedang menghadiri konferensi tersebut jika saya ada di Jakarta.)
Fakta:
but I’m not in Jakarta (tapi saya tidak di Jakarta)
Rumus:
S + would + have + past participle/V-3
Penggunaan:
Past future perfect tense untuk membicarakan suatu aksi yang tidak terjadi di masa lalu (conditional sentence type 3).
If you had saved your jewelry and foreign currency in a safety deposit box, they wouldn’t have gone.
(Jika kamu telah menyimpan perhiasan dan mata uang asingmu di
safety deposit box, mereka tidak akan hilang)
Rumus:
S + would + have + been + present participle
Penggunaan:
Past future perfect continuous tense adalah suatu bentuk kata kerja untuk menyatakan suatu aksi atau situasi imajiner sedang berlangsung pada titik tertentu atau selama periode tertentu di masa lampau (perfect continuous conditional conditional type 3dengan continuous)
If his Visa had been approved, he would have been working abroad for a week.
(Jika visa dia telah disetujui, dia akan telah bekerja selama seminggu.)
Fakta:
but his Visa wasn’t approved (tapi Visa-nya tidak disetujui)