seringkali
kita dalam keseharian melakukan komunikasi sosial. Terlepas itu dari
dunia maya atau dunia nyata sering dan selalu kita dihadapkan dengan
sebuah kebohongan. Entah itu cerita karangan kita atau cerita
karangan orang lain.
Kebohongan
(juga disebut kepalsuan) adalah jenis penipuan dalam bentuk
pernyataan yang tidak benar, terutama dengan maksud untuk menipu
orang lain, seringkali dengan niat lebih lanjut untuk menjaga rahasia
atau reputasi, perasaan melindungi seseorang atau untuk menghindari
hukuman atau tolakan untuk satu tindakan. Berbohong adalah menyatakan
sesuatu yang yang tahu tidak benar atau bahwa orang tidak jujur
yakini benar dengan maksud bahwa seseorang akan membawanya untuk
kebenaran.
Seorang
pembohong adalah orang yang berbohong, yang sebelumnya telah
berbohong, atau yang cenderung oleh alam untuk berbohong berulang
kali - bahkan ketika tidak diperlukan. Berbohong biasanya digunakan
untuk merujuk kepada penipuan dalam Komunikasi lisan atau Tertulis.
Bentuk lain dari penipuan, seperti penyamaran atau Pemalsuan,
biasanya tidak dianggap sebagai kebohongan, meskipun maksud yang
mendasarinya mungkin sama. Namun, bahkan pernyataan yang sebenarnya
dapat digunakan untuk menipu. Dalam situasi ini, itu adalah maksud
yang keseluruhan berbohong daripada kebenaran pernyataan dari setiap
individu yang dianggap kebohongan Bentuk-Bentuk Kebohongan :
1.
Berdusta dan Saksi Dusta. Berdusta berarti mengatakan yang tidak
benar untuk menyesatkan. Dusta adalah pelanggaran paling serius
terhadap kebenaran. Berdusta berarti berbicara atau berbuat melawan
kebenaran untuk menyesatkan orang yang mempunyai hak untuk
mengetahui kebenaran.
2.
Rekayasa atau Manipulasi. Rekayasa atau manipulasi berarti
menyiasati atau mengarahkan orang lain ke suatu tujuan yang
menguntungkan dirinya sendiri, meskipun barangkali orang lain
merugi. Rekayasa dan manipulasi bersifat mengelabui.
3.
Sikap Setuju Saja, kata-kata dan sikap manis yang dilakukan hanya
sekadar untuk menyenangkan orang lain, meskipun jauh dari
kebenarannya. Kata-kata dan sikap itu hanyalah formalitas belaka.
4.
Fitnah, ini sangat jahat, sebab yang difitnah tidak hadir dan tidak
selalu mengetahuinya sehingga sering kali tidak dapat membela diri.
Fitnah dapat berkembang tanpa saringan.
Sebab-Sebab
Kebohongan :
1.
Berbohong hanya sekadar iseng. Orang dapat berbohong hanya karena
ingin menikmati kesenangan murahan. Orang merasa senang jika ada
orang lain yang tertipu atau terpedaya.
2.
Berbohong untuk memperoleh kepentingan tertentu. Para pedagang
misalnya, kadang-kadang menipu supaya bisa mendapat untung lebih
besar.
3.
Berbohong karena takut dalam situasi terjepit. Untuk menyelamatkan
diri dari situasi yang sulit ia terpaksa berbohong.